Minggu, 05 Agustus 2012

Problem Based Learning (PBL)


Seiring dengan semakin berkembangnya zaman, sistem pendidikan di dunia juga semakin berkembang, terutama sistem pendidikan untuk kedokteran. Meskipun demikian di Indonesia sendiri walaupun telah berkembang, namun masih dinilai sangat lemah dan buruk serta jauh dari sistem pendidikan yang telah diterapkan Negara lain. Hal tersebut membuat sumber daya manusia yang ada di Negara kita kalah dari Negara lain, terutama mutu dan kualitas pendidikannya. Oleh karena itu masih sangat diperlukan untuk meningkatkan kembali sistem pendidikan yang ada di Indonesia.

    Melihat dari situasi tersebut, KKI yang merupakan lembaga / Institusi yang salah satu tugasnya menentukan / menetapkan sistem pendidikan yang digunakan untuk pembelajaran pada fakultas kedokteran mulai menerapkan sistem Kurikulum Berbasis Kompetensi dengan menggunakan pendekatan Problem Based Learning atau yang lebih dikenal sebagai sistem pembelajaran yang mengajarkan mahasiswa untuk dapat bekerja secara kelompok di dalam menyelesaikan suatu masalah yang diambil dari permasalahan dari dunia nyata yang lebih lanjutnya akan digunakanseven jump di dalam tutorial untuk memecahkan masalah yang telah disajikan sebelumnya sehingga mahasiswa dalam hal ini diharuskan untuk berperan aktif didalam diskusi / pembelajaran tersebut serta diharapkan untuk dapat mengasah kemampuan berfikir seoptimal mungkin. 


A. Konsil Kedokteran indonesia (KKI)
Konsil Kedokteran Indonesia adalah suatu badan otonom, mandiri, nonstruktural, dan bersifat independen yang terdiri atas konsil kedokteran dan konsil kedokteran gigi. Yang artinya, berdiri sendiri, tidak berada di bawah naungan badan / institusi lain namun memiliki anak badan / lembaga yang banyak. Misalnya AIPKI (Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia). AIPKI adalah suatu lembaga yang dibentuk oleh para dekan fakultas kedokteran seluruh Indonesia yang berfungsi memberikan pertimbangan dalam rangka memberdayakan dan menjamin kualitas pendidikan kedokteran yang diselenggarakan oleh fakultas kedokteran.
Konsil Kedokteran Indonesia mempunyai berbagai macam tugas yang diantaranya adalah :
  1. mengatur / menetapkan tata cara registrasi dokter dan dokter gigi
  2. penyelenggaraan praktik kedokteran yang baik, kemitraan dalam hubungan dokter-pasien
  3. tata cara penanganan kasus dugaan pelanggaran disiplin dokter dan dokter gigi
  4. pedoman penegakan disiplin profesi kedokteran yang harus ditaati oleh dokter dan dokter gigi dalam penyelenggaraan praktik kedokteran
  5. Bertanggung-jawab dalam pengelolaan sistem pendidikan kedokteran
  6. Bertanggung-jawab dalam pengawasan pelaksanaan kebijakan di bidang pendidikan kedokteran.

B. Definisi 
Kompetensi adalah pernyataan yang menggambarkan penampilan suatu kemampuan tertentu secara bulat yang merupakan perpaduan antara pengetahuan dan kemampuan yang dapat diamati dan diukur.

Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) adalah keseluruhan tentang pembelajaran aktif (active learning) dimana guru membantu siswa untuk belajar bagaimana belajar dari pada hanya mempelajari isi (learn how to learn rather than just cover content). Sistem KBK tersebut mencakup berbagai aspek penilaian, yaitu afektif, kognitif dan psikomotorik. Afektif adalah suatu penilaian yang berdasarkan pada sikap dan perilaku, yaitu yang berhubungan dengan perasaan dan emosi. Kognitifadalah penilaian yang berdasarkan kepada kemampuan berfikir, mencakup kemampuan intelektual yaitu mengingat, sampai pada kemampuan di dalam memecahkan suatu masalah. Psikomotorik adalah suatu penilaian yang berdasarkan pada ketrampilan motorik, yaitu yang berhubungan dengan anggota tubuh dan tindakan yang mengkoordinasikan antara saraf dengan otot.

Problem Based Learning adalah metode pendidikan yang medorong siswa untuk mengenal cara belajar dan bekerjasama dalam kelompok untuk mencari penyelesaian masalah-masalah di dunia nyata.

C. Proses – Proses di Dalam PBL 
Proses yang digunakan di dalam pembelajaran PBL yaitu dengan menggunakan metoda 7 langkah atau yang biasa disebut seven jump yang digunakan didalam tutorial. Tutorial adalah suatu kegiatan pembelajaran yang berpusat pada pembelajaran secara mandiri yang dilaksanakan dengan cara berdiskusi antar anggota di dalam satu kelompok yang pada akhirnya di harapkan untuk dapat memecahkan masalah – masalah yang telah dihadapkan pada kelompok tersebut.
Langkah – langkah seven jump adalah sebagai berikut : 

Langkah I : Identifikasi dan klarifikasi istilah konsep yang belum diketahui / dipahami yang terdapat di dalam skenario
Langkah II : Menentukan masalah – masalah untuk didiskusikan
Langkah III : Sesi brainstorming untuk mendiskusikan daftar masalah yang telah disepakati. Setiap mahasiswa wajib member saran atau hipotesis tentang suatu penjelasan yang memungkinkan
Langkah IV : Periksa langkah I dan II dan menyusunnya menjadi sebuah solusi sementara
Langkah V : Perumusan sasaran belajar.setiap anggota dapat mengusulkan sasaran belajar yang akan dicapai agar dapat memahami daftar masalah yang telah disepakati
Langkah VI : Belajar mandiri. Setiap anggota mengumpulkan informasi yang berhubungan dengan daftar masalah yang telah disepakati melalui berbagai sumber belajar mandiri
Langkah VII : Kelompok berdiskusi mengenai informasi yang telah mereka dapatkan.

D. Kelebihan Dan Kekurangan KBK Dan PBL 
a) KBK 
· Kelebihan :
  1. Mengembangkan kompetensi-kompetensi peserta didik pada setiap aspek mata pelajaran dan bukan pada penekanan penguasaan konten mata pelajaran itu sendiri
  2. Mengembangakan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik (student oriented). Peserta didik dapat bergerak aktif secara fisik ketika belajar dengan memanfaatkan indra seoptimal mungkin dan membuat seluruh tubuh serta pikiran terlibat dalam proses belajar. Dengan demikian, siswa dapat belajar dengan bergerak dan berbuat, belajar dengan berbicara dan mendengar, belajar dengan mengamati dan menggambarkan, serta belajar dengan memecahkan masalah dan berpikir.
  3. Pengajar diberi kewenangan untuk menyusun silabus yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi di daerah masing-masing
  4. Bentuk pelaporan hasil belajar yang memaparkan setiap aspek dari suatu mata pelajaran memudahkan evaluasi dan perbaikan terhadap kekurangan peserta didik.
  5. Penilaian yang menekankan pada proses memungkinkan peserta didik untuk mengeksplorasi kemampuannya secara optimal, dibandingkan dengan penilaian yang terfokus pada konten.
· Kelemahan :
  1. Paradigma pengajar dalam pembelajaran KBK masih seperti kurikulum-kurikulum sebelumnya yang lebih pada teacher oriented
  2. Sarana dan pra sarana pendukung pembelajaran yang belum merata di setiap setiap Perguruan Tinggi, sehingga KBK tidak bisa diimplementasikan secara komprehensif.
  3. Kebijakan pemerintah yang setengah hati, karena KBK dilaksanakan dengan uji coba di beberapa sekolah mulai tahun pelajaran 2001/2002 tetapi tidak ada payung hukum tentang pelaksanaan tersebut.
Di samping kelemahan dalam kebijakan dan implementasi KBK juga memiliki kelamahan dari sisi isi kurikulum, antara lain:
  1. Dalam kurikulum dan hasil belajar indikator sudah disusun, padahal indikator sebaiknya disusun oleh pengajar, karena pengajar yang paling mengetahui tentang kondisi peserta didik dan lingkungan
  2. Konsep KBK sering mengalami perubahan termasuk pada urutan standar kompetensi dan kompetensi dasar sehingga menyulitkan pengajar untuk merancang pembelajaran secara berkelanjutan.

b) PBL 
· Kelebihan :
  1. Retensi siswa pada apa yang dipelajari lebih lama dan kuat
  2. Pengetahuan terintegrasi dengan lebih baik
  3. Mengembangkan keterampilan belajar jangka panjang, yaitu bagaimana meneliti, berkomunikasi dalam kelompok, dan bagaimana menangani masalah.
  4. Meningkatkan motivasi, minat dalam bidang studi, dan kemandirian belajar.
  5. Meningkatkan interaksi siswa-siswa dan siswa-guru.
· Kelemahan :
  1. Instrumen penilaian hasil belajar yang valid dan dapat diterima sulit dibuat atau ditafsirkan
  2. Waktu yang diperlukan dalam pembelajaran lebih banyak
  3. Kendala pada faktor guru yang sulit berubah orientasi dari guru mengajar menjadi siswa belajar
  4. Sulitnya merancang masalah yang memenuhi standar pembelajaran berbasis masalah.

E. Manfaat PBL 
Manfaat di dalam PBL sangat banyak, cukup komplek dan ambigu yang artinya bergantung pada pemahaman dan pembelajaran peserta didik di dalam mengartikan makna tersebut, antara lain :

1. Berfikir Tingkat tinggi (Higher-Order Thinking)
Scenario masalah yang tidak lengkap memanggil keluar (membangkitkan) berfikir kritis dan kreatif peserta didik, menebak Apa jawaban yang benar yang dikehendaki pengajar untuk saya temukan

2. Pembelajaran bagaimana belajar (Learning How To Learn)
PBL mengembangkan metakognisi dan pembelajaran diri yang teratur dengan meminta peserta didik untuk menghasilkan cara mereka sendiri mendefinisikan masalah, mencari informasi, menganalisis data dan membuat serta menguji hipotesis, membandingkan strategi lain, dan membaginya dengan siswa lain dan strategi dari pembimbing

3. Keaslian (Authenticity)
PBL melibatkan peserta didik dalam mempelajari informasi dalam cara yang sama ketika mengingatnya kembali dan menerapkan dalam situasi yang akan datang dan menilai pembelajaran dengan cara mendemonstrasikan pemahaman dan bukan kemahiran belaka

 * Semoga informasi ini dapat bermanfaat terutama bagi yg mahasiswa kedokteran yg ingin mengetahui latar belekang sistem PBL :)..trimakasih..*

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar